Puisi-Puisi Alm. Frater Petrus Agapa
INGATLAH SANG KEJORA
Ingatlah sang kejora adalah kegembiraan
Benih-benih harapan tertaburkan
Siap semi di humus hati
Ingatlah sang kejora adalah kekuatan
Tersapulah kegelisahanTerhalaulah ketakutan
Dari sdut-sudut hati
Sepatah kata kejora mengangkat rohku
Dari benaman muram yang ragu tak menentu
Ingat saja akan kejora
Kepastiannya meredakan badai-badaiku
Ingatlah sang kejora adalah keuntungan
Lebih besar dari pada merebut juara dunia
Memperoleh dunia adalah beban
Ingat kejora adalah kebebasan
Ingatlah sang kejora adalah tangisan hati
Sesal akan kebiadaban
Yang berdesakan menyesakkan
Namun pancarannya
Membuat sukma bernapas bebas
Ingatlah sang kejora memancar
Horisonku yang gemerlap
Dan yang menyempit
Oleh umpatan orang
Melebar lagi, dan lagi ..
Seakan tak mengenal tepi
Ingatlah sang kejora memperdalam
Harapan dan kasih
Sampai di dasar diri
Dan di sadar diri :
Betapa bahagia orang yang terpancar kejora
Ingatlah kejora adalah duania baru
Yang mulia membentang diantara hati
Lagitku menjadi cerah
Hanya karena ingat akan kejora
Ingatlah sang kejora adalah kepuasan
Syukur dalam hidupku
Memercikkan manis cinta murni
Dalam keharuman kudus
Di ambang pintu firdausku (hati)
Ingatlah sang kejora adalah doa
Melintasi meditasi
Melintasi alam samadi
Ada tetes-tetes hidup kekal
Dalam sekeping tekanan
Ingatlah sang kejora adalah tantangan
Apa yang bisa kubuat untuknya?
Bisakah aku berpura-pura tak dengar
Jerit derita sobatku
Pura-pura tak melihat
Orang yang tak berdaya di jalanku?
***
KUNCUP-KUNCUP PAPUA
Dua kerajaan di Papua
Saling bertentanganSuasana dan keindahannya;
Kerajaan pantai dan kerajaan pegunungan
Bila anda telah menatapkan
Pandanglah kepada yang hitam dan keriting
Jangan suka sering menegok kebelakang
Sebab ada bahaya anda akan kembali pulang
Jangan cemaskan kelemahan anda
Terimalah dengan kerendahan hati
Dan dengan lapang dada serta harapan
Justru dalam kelemahan anda
Sang kalik memperlihatkan daya dan kuasa-Nya
Maka kelemahan anda menjadi warna!
Keilahiannya meresapi kelemahan anda
Kekuatan-Nya akan anda lihat dan rasakan
Kalian kucup-kucup Papua
Kalian selalu butuh inspirasi dari orang lain
Senantiasa! Kalian baca
Bukan untuk menjadi manusia sarjana suka pamer
Melainkan menjadi manusia Papua yang memiliki
Pamor dan power
***
HARAPAN YANG TAK PERNAH TERJAWAB
Kami berteriak
Namun tak ada telinga yang mendengarKami menangis
Namun tak ada tangan yang menyeka
Kami berjuang
Namun perjuang kami dijual
Suara kami hanyut terbawa
Arus HPH, perusahan raksasa dan konglomerat
Air mata kami
Ditelan belantara kekuasaan
Tangan kami
Tergilas ekonomi OTSUS
Berteriak mempertahankan hak atas tanah kami
Disebut anti pembangunan
Disebut bodoh
Disebut separatis
Menyeruhkan hak hidup kami
Disebut pembrontak
Disebut preman
Disebut sisa-sisa GPK
Kuburan leluhur
Kampong
Adat istiadat
Sumber daya alam kami
Di caplok,
Penguasa, pengusaha dan si loreng
Kami tergusur
Kami terhimpit
Kami merana
Kami menjadi benalu
Lalu ………………
Abang-abang kami
Sobat-sobat kami
Menjadi penjilat
Menjadi penjahat
Menjadi penghianat bangsa kami
Di kaki
Para pencuri
Para perampok
Para pembunuh
Para pemerkosa
***
KABUT HITAM DI ATAS NEGERIKU
Kenapa tangis itu datang lagi ?
Kenapa musibah ini tak mau berhenti ?Kenapa derita ini tak mau pergi ?
Apakah ini ujian, atau murka Ilahi ?
Wahai saudaraku………………!
Jangan kau habiskan air matamu,
sisakanlah untuk bersedih hari esok.
Jangan kau tanami semua lahanmu
Sisakan untuk kuburmu menjemput mati
Karena musibah itu akan datang lagi.
Wahai Alamku………..!
Diamlah sejenak
Berilah kami kesempatan tuk berbenah
Biarkanlah kami meratapi musibah
Biarkanlah kami merasa bersalah
Wahai Tuhanku………..!
Kenapa kemelut dinegeriku tak pernah sirna
Para pejabat kini tak punya rasa
Tak ada rasa sesal di hati mereka
Menguras air mata rakyat jelata
Wahai Tuhanku……….!
Kepada siapa kami harus percayakan Amanahmu
Untuk menjadi khalifah di bumi-Mu
Mereka kini semua tak mau mengaku
Kebenaran semakin dibelenggu
Sudah punahkan kejujuran di negeri ini
Hingga KAU muntahkan seluruh isi bumi
Kepada siapa kami harus mengadu
Jika mereka sudah membisu
Wahai Tuhanku………..!
Singkirkanlah awan gelap itu
Berilah kami sinar kuasa-Mu
Tuk Bersabar atas ujian-Mu
Tuk tersadar atas peringatan-Mu
Wahai Tuhanku………….!
Jika ini murka-Mu
Ampunilah dosa Negeriku
Ampunilah Rakyatku
Ampunilah Pemerintahku
Ampunilah…, Ampunilah………!
Alm. Frater Petrus Agapa adalah mantan mahasiswa STFT di Jayapura-Papua
Puisi ini di tulis ulang dari Web KOSAPA (Komunitas Sastra Papua).

Leave a Comment